Ekonomi digital adalah konsep ekonomi yang menggunakan teknologi digital sebagai elemen kunci dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.
Nah, dalam konsep ekonomi, ekonomi digital diibaratkan sebagai makro dan bisnis digital diibaratkan mikro. Mengapa hal tersebut bisa diibaratkan? Ekonomi digital diibaratkan makro karena jangkauannya lebih luas dan bisnis digital diibaratkan mikro karena jangkauannya sempit yang artinya lebih spesifik daripada ekonomi digital.
Apasih perbedaan antara digitasi, digitalisasi, dan transformasi digital?
Digitasi adalah proses mengubah informasi dari format fisik atau analog ke format digital. Proses ini melibatkan konversi data yang sebelumnya disimpan dalam bentuk kertas, film, suara, atau bentuk fisik lainnya menjadi data elektronik yang dapat disimpan, dikelola, dan diakses menggunakan perangkat digital.
Digitalisasi adalah proses mengintegrasikan teknologi digital ke dalam berbagai aspek kehidupan, bisnis, dan industri untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan aksesibilitas informasi. Ini mencakup penggunaan teknologi digital untuk mengubah cara kerja, mengoptimalkan proses, dan menciptakan nilai baru dalam berbagai bidang. Digitalisasi tidak hanya melibatkan konversi data fisik ke format digital (digitasi), tetapi juga penerapan teknologi digital untuk merevolusi cara operasional dilakukan.
Tranformasi digital adalah proses strategis yang melibatkan penerapan teknologi digital ke seluruh aspek bisnis atau organisasi untuk secara fundamental mengubah cara operasional, memberikan nilai tambah kepada pelanggan, dan meningkatkan daya saing di pasar. Proses ini tidak hanya melibatkan implementasi teknologi baru tetapi juga perubahan budaya, manajemen, dan proses kerja.
Fokus dari digitasi adalah mengonversi data, digitalisasi fokus pada memproses informasi, dan transformasi digital fokus pada memperkuat pengaruh pengetahuan.
Beberapa karakteristik ekonomi digital adalah sebagai berikut:
- Pengetahuan (Knowledge)
- Serba digital (Digitalization)
- Serba virtual (Virtualization)
- Menjadi molekul kecil (Molecularization)
- Terintegrasi (Integration/ Internetworking)
- Tanpa perantara (Disintermediation)
- Menyatu (Convergence)
- Penuh inovasi (Innovation)
- Produsen sekaligus konsumen (Prosumption)
- Serba seketika (Immediacy)
- Mendunia (Globalization)
- Perpecahan (Discordance)
Kreativitas dan Inovasi
Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide, solusi, atau karya yang baru dan orisinal. Sedangkan Inovasi adalah mengubah ide kreatif menjadi sebuah produk, layanan, atau proses yang dapat digunakan dan memiliki nilai tambah. Adapaun contoh dari kreativitas dan inovasi yaitu seseorang memikirkan sesuatu hal dan menghadilkan ide yaitu membuat pasta gigi bata merah, sebagai bentuk inovasi yaitu terwujudnya produk pasta gigi bata merah.
Tiga Teori Ekonomi Digital
Disruptive innovation adalah konsep yang diperkenalkan oleh Clayton Christensen, seorang profesor dari Harvard Business School, dalam bukunya "The Innovator's Dilemma." Disruptive innovation mengacu pada proses di mana sebuah produk atau layanan yang awalnya mulai di bagian bawah pasar atau pasar baru berkembang, pada akhirnya menggantikan perusahaan, produk, atau pasar yang sudah mapan.
Contoh Disruptive Innovation: Pada awalnya, smartphone mungkin tidak sesuai dengan kinerja yang diharapkan oleh pengguna ponsel konvensional dan komputer. Namun, seiring waktu, mereka menggabungkan fungsi-fungsi dari beberapa perangkat dalam satu alat, menggantikan ponsel konvensional dan beberapa perangkat lain.
Creative destruction adalah konsep yang menggambarkan proses di mana inovasi dan kemajuan teknologi menyebabkan penggantian struktur ekonomi lama dengan yang baru, yang lebih efisien dan lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh ekonom Joseph Schumpeter dalam bukunya "Capitalism, Socialism, and Democracy" yang diterbitkan pada tahun 1942.
Contohnya: Perkembangan mobil mengubah iundustri transfortasi, menggantikan kuda sebagai sarana utama transfortasi.
Sustaining innovation adalah jenis inovasi yang berfokus pada peningkatan dan penyempurnaan produk, layanan, atau proses yang sudah ada untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan saat ini. Ini berbeda dari inovasi disruptif yang cenderung mengubah pasar dengan menciptakan produk atau layanan baru yang mengganggu pemain yang sudah ada.
Contohnya: Peningkatan fitur keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan teknologi hiburan di dalam mobil adalah contoh sustaining innovation. Misalnya, penambahan sensor parkir, sistem navigasi GPS, atau mesin yang lebih efisien.